Kita ini dua orang yang berada dalam tahap saling mengenal, belum ada ikatan yang sah.
Sejauh mana kita bisa berkorban untuk hubungan yang baru saja dijajaki?
Sejauh mana kita perlu merencanakan masa depan?
Sejauh mana kita saling menyesuaikan mimpi?
Sejauh mana kita dengan sah melakukan intervensi terhadap mimpi masing-masing?
Sejauh mana kita berdiskusi mengenai rencana?
Sejauh mana hal tersebut perlu direncanakan?
Sejauh mana kita mampu kompromi?
Sejauh mana kita mampu bertahan tanpa rencana?
Sejauh mana kita mampu untuk selalu saling bertatap ketika hambatan yang datang tak hanya dari jarak?
Berjanjilah kamu akan pergi secepat kejapan mata
Dan akan kembali saat mimpi beranjak pergi dari lelapku
Aku bukan sedang merengek agar kamu tetap ada
Karena aroma khas eropa akan menyambutmu
Dengan sajian pemandangan yang tak henti menggoda mata
Kemudian kamu akan terlena dan menjadi biasa
Selamat bersuka cita, sayang
Percayalah kita akan menjumpai senyum yang sama
"bagaimana mungkin, tali yang tersimpul mati bisa menjadi renggang dan tak ada bekas ikatan? Itu yang terjadi dengan kamu, mantan sahabat."

Mereka bilang kupu-kupu pertanda cinta yang sahih
Ada aku, kamu dan yang lebih penting ada kita
Bukan seperti yang lalu
Ketika cuma ada aku, kamu tanpa kita
Atau cuma aku dan sebongkah pengharapan
Atau cuma ada aku dan imajinasiku
Mereka bilang kupu-kupu pertanda cinta yang resiprosikal
Ada mulut yang melisankan balasan atas sikap manisku
Ada telinga yang menanggapi keluhku
Ada tangan yang merengkuh
Ada senyum itu, yang muncul ketika ku bertingkah lucu
Mungkin benar, kupu-kupu pertanda cinta yang paling pasti
Harap-harap cemas menanti pesan singkat
Resah saat berdiri di depan rumah, melongok motornyakah yang mendekat
Riang saat tahu kamu yang menggenggam bunga
Sendu ketika hari ini kita sedikit berjarak
Perlukah lanjut bertanya?
Karena sekarang, kupu-kupu yang datang
dedicated to my beloved friend: Ganes Nirwina

” What’s more important than hearing her voices when I really miss her? “
- a lover to his love-

“percayalah bahwa jeda yang terhampar akan datang dengan keberuntungan. Karena jeda menjahit benang-benang rindu. Kemudian selimut rindu akan menghapus bibit-bibit kesalmu yang sempat ada untukku”
Tasya, menurut lo, apa yang salah dengan mata kuliah kita semester ini?
kita terlalu sok tau, rin. asal comot makul hahaha
siapa yang paling menginspirasimu untuk menjadi buddy, nila atau santiago?
santiago! ask why?
Oke tasy, karena lo milih mas riza, gw rela dapet mas eric.
Jadi, bagaimana? apakah anda masih berkutat dengan jadwal kereta atau paper amlat?
sekarang tentunya paper amlat rin
tasya, udah lancar belom gerakan samannya? awas ya kalo belom. haha
udah dong, lo gak tau gw udah bikin skuad saman baru, yg ngelatih gw. hahahaha
piye aquinas??
baik2 saja, saya jadi tau tentang thomisme
bolehkah saya tahu mengapa orang tua anda menyematkan nama “lovina” di diri anda? apakah maksudnya “beloved”, “a place for/of/to love”, “love indonesia = love + INA =lovina”, dsb?
lovina means loveable.. hahaha, ngaku2, tapi itu setidaknya yang coba dijelaskan oleh orang tua saya. yang pasti bukan love indonesia karena gak lucu dong kalo jadi tasya febi loveable?? terima kasih..
tato yang lagi ngetren model apa ya tasy?
abe was here…